Rabu, 22 April 2015

Penjaga Ku

Kau yang tak bisa menjagaku. Kenapa kau tak pernah menyadarinya. Adakah yang bisa menjaga dan memahami tanpa harus menyakiti hatiku? Bertahan dan terus bertahan, saling melukai dan menyakiti, akan kah semua ini dapat di akhiri ataukah berlanjut di masa mendatang. Semakin lelah dan membosankan untuk menjalaninya. Takdir manakah yang harus ku ambil tanpa harus terluka maupun melukai hati yang lain. Harapanku selama ini belum berpihak pada ku. Over protektif dan hanya ingin dipahami, sedangkan aku tak ingin terikat dengan takdir dan kenyataan yang ku jalani saat ini. Biarpun aku melukai mu, harga yang harus kau tebus terhadap ku tak kan pernah mampu kau lunasi sampai kapanpun. Luka yang kau berikan tak akan pernah hilang, luka itu kan selalu membekas di hatiku. Sehingga ku hanya mampu tuk ucapkan sebuah nasehat pada diriku sendiri "Jangan pernah percaya ucapan siapa pun, jika kau tak ingin terluka tuk kesekian kalinya, ingat itu baik2 ". Seolah tak ada manusia di bumi ini yang mampu memegang perkataan yang telah mereka ucapkan. Dan mulai saat ini aku hanya akan menjadi pendengar setia untuk orang2 yang membutuhkan pendengar. So, aku tak kan terluka dan tak memikirkan perkataan yang telah mereka ucapkan. Aku hanya berharap agar dia yang tak bisa menjaga ku bahagia dengan kehidupannya tanpa harus melukai siapa pun.

Rabu, 25 Maret 2015

Cahaya di balik kegelapan

Mendung yg selama ini menutupinya, kini berangsur mulai sirna. Kehampaan yg selama ini menemaninya,kini mupai pergi menjauh. Terkadang, hidup itu terasa lucu, saat kemarahan dan kekecewaan menyelimutimu, kau akan lupa dg apa yg sedang kau lakukan, kau lupa jika tidak hanya kmu yg terluka namun ia juga terluka. Luka itu milik mereka yg tak bisa bersyukur atas nikmat yg mereka terima. Aq sadar, tak hanya materi yg bisa membuat bahagia tapi juga kebahagiaan orang yg kita sayang mampu membangkitkan kebahagiaan untuk mu, kini semua belumberakhir namun aku tau ,, sulit untuk bangkit dari keterpurukan ini. Beruasaha menjadi yg terbaik utuk masadepan yang genmilang.

Rabu, 08 Oktober 2014

Menjelang Pagi

ketika mendengar suara ayam berkokok
ketika mendengar suara adzan sayup2 dari kejauhan 
ketika setiap insan masih terlelap dalam tidurnya
Ketika mentari mulai menampakkan sinarnya

Saat itulah
Seberkas harapan yang telah pudar
Kini mulai menapaki jalannya  kembali
Suatu anugrah yg tak pernah terbayangkan
Anugrah terindah ketika membuka mata 
sebelum mentari muncul dengan sempurna

Kekecewaan dan kemarahan yang terpendam mulai sirna
tergantikan dengan cerahnya harapan yg memenuhi rongga hati
Jauh di kedalaman Hati...
berharap jika suatu saat nanti kehampaan ini kembali
kerisauan memenuhi relung jiwa ini
cahaya itu akan menjadi penerang jalan ku
meskipun dalam malam gelap gulita 
dan malam menjelang pagi 
kan selalu menerangi jalanku......

Hatiku yang Kecewa

Aku memimipikannya
Aku mengharapkannya
Aku ingin bersamanya
Aku ingin selalu di dekatnya

Namun semua itu tak semudah yang aku bayangkan
Banyak ribuan halangan dan rintangan
Sanggupkah ku mendapatkan semuanya
Kini aku sendiri
Mencari dan berkelana
Tanpa tujuan yang tak jelas
Ingin marah
Tapi tak tahu harus marah kepada siapa???
Kemarahan dan kekecewaan yang tiada ujungnya
Selalu menatap dengan jiwa yang kosong
Entah kenapa Aku harus merasakannya

Ketika kupikirkan dengan hati yang tenang...
Haruskah aku melupakannya
Haruskan aku memendam rasa marah ku ini??
Haruskah ku menjauh darinya
Haruskah ku lontarkan kalimat yang mampu membuatnya terluka
Seperti saat ini hati ku yg terluka??
Haruskah aku selalu di kecewakan??

Hati ku sudah dengan Luka
Hatiku sudah penuh dengan amarah dan dendam
Hatiku sudah sering dikecewakan
Tak ingin lagi terluka
Tak ingin lagi kecewa

Dan yang mampu ku lakukan
Meninggalknnya
Melupakannya
Tanpa sepatah kata
karena Hatiku yang kecewa dan terluka karnanya




Kamis, 19 Juni 2014

Mentari di Sore Hari

Awan tak lagi bersahabat
Mentari mulai terselimuti awan gelap
Kini mulai di hinggapi ketakutan
Kawan lama yang tak lagi bersama
Dan entah di mana dia berada
Seakan menghilang bagai di telan bumi

Kabar angin telah lewat
Tak satu pun ada cerita tentangnya
Seolah semua enggan untuk menyebutnya
Bukan kekecewaan yang akan ia terima
Namun sebuah penghianatan dari  sahabat terdekat
Mungkin ia akan sendirian menjalani kehidupannya
Aku tak kan ada lagi selalu ada untuknya
Kesendirian, kehampaan dan kesepian akan menjadi mentari di sore hari yang selalu setia menemani

Memaksa hidup untuk merangkai cerita di sore hari
Yang tak dapat ia pungkiri
Meskipun badai ingin menerjang segala impian
Ia tetap berusaha bangkit dalam kerapuhan
Inspirasi dan semangat ia temukan dg susah payah
Apapun itu...
Harus tetap dijalaƱi


Selasa, 04 Februari 2014

Mencari apa yang dicari

Tatkala hari mulai gelap
langit tak lagi memancarkan sinarnya
Ratap tangis mu tak lagi bersua
Tenggelam ...
Hilang ...
Lenyap ...

Arah dan tujuan tak lagi kau hiraukan
Kau telah hilang
Kau tak terlihat
Kau tak nyata

Isak tangis ini tak lagi terjangkau
Suara yang dulu menggaganggumu
kini telah menghilang
Kemanakah engkau pergi?
Kini tak ada lagi tempat yang kau tuju
apakah itu impian
apakah itu masalalu
Pertanyaan dan jeritan yang kau tahu
kini menggagung dalam pikiran dan jiwa mu

Minggu, 08 September 2013

Perkenalan Yang Singkat dan Ilmu yang Ku Dapat

Aku tak pernah menyangka dengan pertemuan yang singkat ini, harus adapatsi dengan lingkunagn yg berbeda, siapa sangaka posisi yang tak terlalu kuharapkan memberikan manfaat yang begitu berarti bagiku. Ilmu yang dia berikan padaku tak mungkin kudapatkan disekolah umum, berbagai nasehat yang ia ucapkan untuk ku, gurauan yang mampu mengalihkan konsentrasiku semua itu ,,, jarang orang yang mau melakukannya untukku. aku begitu senang dengan kehadirannya meskipun posisi ku disaat itu hanya untuk membantunya namun ilmu yang ku dapat lebih berarti untukku. berbagai canda tawa yang ia lontarkan untuk mengurangi ketegangan otakku selalu saja membuat ku tertawa. Dan disaat nilah muncul rumor lagi yang membuatku tambah heran, kok bisa mereka memulai candaan yang aneh. boleh disangkal dan tidak, memang selama pertandingan , atau bisa dibilang sejak dia datang di penginapan aku mengekor kepadanya dan menyalin tugas yang harus aku rekap, padahal hanya itu saja yang aku lakukan tidaka ada yang istimewa.
 Selama berhari-hari atau tepatnya selama tiga hari di meja sekretaris pertandingan mau tidak mau aku mengamati jalannya pertandingan selain itu aku juga harus mencatat atlet yang menang pada partai tersebut untuk direkap dan dibuat jadwal pertandinagn selanjutnya sampai babak final.Memang beeda rasanya saat kita ditempatkan di sekretariatan dan di lapangan. aku terbiasa bebas dilapangan  namun tiba-tiba harus duduk manis di meja dan menonton pertandinagn tersa begitu aneh.Hari-hari mendekati final dan kebebersamaan itu akan segera usai, satu demi satu akan lenyap dalam kenangan. Dan babak final hari ini akan dilaksanakan waktunya berpisah semakin dekat. mungkin kita akanjumpa dilain waktu dengan posisi dan tugas yang berbeda, dengan berkhirnya final berakhir pula perkenalan ini dan hanya satu yang ingin ku ucapkan "see you next time" teman dalam berbagi ilmu dan memberi ku banyak nasehat.

1-4 September 2013
GKB FIP UM
POMDA JATIM 2013