Terkadang aq merasa bahwa kehidupan ini terasa tdk adil. Selama ini aq merasa kurang bersyukur atas nikmat yang telah ku terima. Andai saja aku mampu tuk memeluk impian ku ... Tapi apa impian ku. Aq hidup seolah tak pinya mimpi
5-8-15
Mungkin hanya sebuah ironi dalam hidup ku. Aku yang hanya terpaku dg kehidupan ku. Seolah tak ingin lepas dari kenangan masa lalu. Kenangan yang selalu membelenggu setiap langkah hidup ku. Menatap ke depan dan menengok ke belakang, itulah yg harus nya ku lakukan. Semua hanya sebuah imajinasi.
11-8-15
Ketika aq tak mampu menanggung beban. Aq semakin rindu dg kebebasan ku. Tengah bermimpi ttg masa depan yg indah bersama keluarga besarku. Beban yg ku tanggung saat ini merupakan beban mental utk q sendiri. Apa yg seharusnya ku lakukan dan apa yg harus ki hindari. Semua seakan berbaur tanpa ada batasan yg jelas.
8/9/15
Aku tak lagi mampu berkata-kata lagi. Apa pun yg ku harapkan saat ini sebagai impian di masa depan. Semakin aku mengeluh, aku semakin tersiksa dan terluka. Hanay sekedar sandiwara ku tersenyum di depan mereka. Hatiku terlalu hampa, untuk b
Selasa, 04 Agustus 2015
Hariku
Rabu, 22 April 2015
Penjaga Ku
Kau yang tak bisa menjagaku. Kenapa kau tak pernah menyadarinya. Adakah yang bisa menjaga dan memahami tanpa harus menyakiti hatiku? Bertahan dan terus bertahan, saling melukai dan menyakiti, akan kah semua ini dapat di akhiri ataukah berlanjut di masa mendatang. Semakin lelah dan membosankan untuk menjalaninya. Takdir manakah yang harus ku ambil tanpa harus terluka maupun melukai hati yang lain. Harapanku selama ini belum berpihak pada ku. Over protektif dan hanya ingin dipahami, sedangkan aku tak ingin terikat dengan takdir dan kenyataan yang ku jalani saat ini. Biarpun aku melukai mu, harga yang harus kau tebus terhadap ku tak kan pernah mampu kau lunasi sampai kapanpun. Luka yang kau berikan tak akan pernah hilang, luka itu kan selalu membekas di hatiku. Sehingga ku hanya mampu tuk ucapkan sebuah nasehat pada diriku sendiri "Jangan pernah percaya ucapan siapa pun, jika kau tak ingin terluka tuk kesekian kalinya, ingat itu baik2 ". Seolah tak ada manusia di bumi ini yang mampu memegang perkataan yang telah mereka ucapkan. Dan mulai saat ini aku hanya akan menjadi pendengar setia untuk orang2 yang membutuhkan pendengar. So, aku tak kan terluka dan tak memikirkan perkataan yang telah mereka ucapkan. Aku hanya berharap agar dia yang tak bisa menjaga ku bahagia dengan kehidupannya tanpa harus melukai siapa pun.
Rabu, 25 Maret 2015
Cahaya di balik kegelapan
Rabu, 08 Oktober 2014
Menjelang Pagi
Hatiku yang Kecewa
Aku mengharapkannya
Aku ingin bersamanya
Aku ingin selalu di dekatnya
Namun semua itu tak semudah yang aku bayangkan
Banyak ribuan halangan dan rintangan
Sanggupkah ku mendapatkan semuanya
Kini aku sendiri
Mencari dan berkelana
Tanpa tujuan yang tak jelas
Ingin marah
Tapi tak tahu harus marah kepada siapa???
Kemarahan dan kekecewaan yang tiada ujungnya
Selalu menatap dengan jiwa yang kosong
Entah kenapa Aku harus merasakannya
Ketika kupikirkan dengan hati yang tenang...
Haruskah aku melupakannya
Haruskan aku memendam rasa marah ku ini??
Haruskah ku menjauh darinya
Haruskah ku lontarkan kalimat yang mampu membuatnya terluka
Seperti saat ini hati ku yg terluka??
Haruskah aku selalu di kecewakan??
Hati ku sudah dengan Luka
Hatiku sudah penuh dengan amarah dan dendam
Hatiku sudah sering dikecewakan
Tak ingin lagi terluka
Tak ingin lagi kecewa
Dan yang mampu ku lakukan
Meninggalknnya
Melupakannya
Tanpa sepatah kata
karena Hatiku yang kecewa dan terluka karnanya
Kamis, 19 Juni 2014
Mentari di Sore Hari
Mentari mulai terselimuti awan gelap
Kini mulai di hinggapi ketakutan
Kawan lama yang tak lagi bersama
Dan entah di mana dia berada
Seakan menghilang bagai di telan bumi
Kabar angin telah lewat
Tak satu pun ada cerita tentangnya
Seolah semua enggan untuk menyebutnya
Bukan kekecewaan yang akan ia terima
Namun sebuah penghianatan dari sahabat terdekat
Mungkin ia akan sendirian menjalani kehidupannya
Aku tak kan ada lagi selalu ada untuknya
Kesendirian, kehampaan dan kesepian akan menjadi mentari di sore hari yang selalu setia menemani
Memaksa hidup untuk merangkai cerita di sore hari
Yang tak dapat ia pungkiri
Meskipun badai ingin menerjang segala impian
Ia tetap berusaha bangkit dalam kerapuhan
Inspirasi dan semangat ia temukan dg susah payah
Apapun itu...
Harus tetap dijalaƱi
Selasa, 04 Februari 2014
Mencari apa yang dicari
langit tak lagi memancarkan sinarnya
Ratap tangis mu tak lagi bersua
Tenggelam ...
Hilang ...
Lenyap ...
Arah dan tujuan tak lagi kau hiraukan
Kau telah hilang
Kau tak terlihat
Kau tak nyata
Isak tangis ini tak lagi terjangkau
Suara yang dulu menggaganggumu
kini telah menghilang
Kemanakah engkau pergi?
Kini tak ada lagi tempat yang kau tuju
apakah itu impian
apakah itu masalalu
Pertanyaan dan jeritan yang kau tahu
kini menggagung dalam pikiran dan jiwa mu